Konawe Selatan — Operasi pencarian terhadap Fiqih (12), bocah yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Ulusena Jaya, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), akhirnya membuahkan hasil manis.
Pada pencarian hari kedua, Minggu (14/6/2026), korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, membenarkan informasi keberhasilan operasi SAR tersebut. Korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada sore hari di tengah kondisi cuaca berawan.
“Pada pukul 17.34 WITA, Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat. Jaraknya sekitar 462 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hilang (LKP),” ujar Amiruddin dalam keterangan resminya, Minggu (14/6).
Setelah ditemukan, tim evakuasi langsung membawa Fiqih kembali ke rumahnya untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga yang sudah menunggu dengan cemas.
Peristiwa ini bermula pada Jumat, 12 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu, Fiqih bersama kakaknya sedang dalam perjalanan menuju ke kebun.
Di tengah jalan, kakak korban sempat mampir ke sungai untuk buang air besar dan meminta korban untuk menunggu. Namun, begitu sang kakak selesai dan kembali ke lokasi menunggu, Fiqih sudah tidak ada di tempat.
Pihak keluarga sempat melakukan pencarian mandiri dibantu warga setempat, namun hasilnya nihil, hingga akhirnya kejadian ini dilaporkan ke pihak berwajib dan Basarnas.
Dalam proses pencarian hari kedua ini, Tim SAR gabungan memaksimalkan berbagai alat utama (alut) canggih, termasuk drone thermal untuk mendeteksi suhu tubuh objek dari udara, serta motor trail untuk menjangkau medan perkebunan.
Berdasarkan data BMKG saat evakuasi, cuaca di lokasi terpantau berawan dengan kecepatan angin landai 1,1 km/jam dari arah utara, yang cukup mendukung kelancaran proses evakuasi.
Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, Amiruddin menyatakan bahwa Operasi SAR kondisi membahayakan manusia di Kecamatan Kolono ini resmi berakhir.
“Dengan ditemukannya korban, Ops SAR terhadap satu orang hilang di Desa Ulusena Jaya dinyatakan selesai dan ditutup.
Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi seluruh pihak yang terlibat,” pungkas Amiruddin.

