KENDARI – Wakil Bupati Kabupaten Konawe Utara (Konut), H. Abuhaera, S.Sos., M.Si mewakil Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, SH., MH menghadiri Rapat Paripurna Istimewa untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Gedung DPRD Sultra, Kamis (23/4/2026).
Kehadiran Abuhaera dalam Rapat Paripurna di DPRD Sultra turut didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara I Made Tarabuana, S.Si, Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Konawe Utara (Konut) Amir Mahmud Moita, S.Sos., M.M, Kepala OPD, dan Jajaran Pemda Konut.
Rapat Paripurna DPRD dalam rangka memperingati HUT ke-62 Sultra dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, jajaran Forkopimda, anggota legislatif, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan, peringatan HUT ke-62 ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut, hari jadi provinsi sebagai momentum reflektif untuk menengok sejarah panjang pembangunan daerah sekaligus meneguhkan komitmen menuju masa depan yang lebih maju.
Andi Sumangerukka mengatakan, tahun ini pemerintah provinsi mengangkat tema strategis yaitu “Produktif untuk Sultra Sejahtera” yang dalam maknanya memiliki tiga pilar utama pembangunan daerah, yakni pertumbuhan ekonomi, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan reformasi birokrasi.
Pertumbuhan ekonomi yakni mendorong ekonomi yang inklusif, berkelanjutan dan berkualitas. Terkait SDA, yakni mengelola sumber daya alam secara efektif dan efisien dengan fokus pada penciptaan nilai tambah yang tinggi.
“Sedangkan reformasi birokrasi untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kebutuhan masyaraka,” tegas Andi Sumangerukka.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mendorong transformasi ekonomi daerah, dari yang semula berbasis komoditas mentah menjadi ekonomi berbasis nilai tambah, inovasi, dan teknologi. Sehingga dirinya menekankan pentingnya percepatan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Langkah-langkah strategis ini diperlukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa,” bebernya.
Menutup pidatonya, Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPRD Sultra sebagai mitra strategis pemerintah, serta seluruh komponen masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Ia mengajak semua pihak untuk menanggalkan perbedaan dan bersinergi mewujudkan visi Sulawesi Tenggara yang lebih maju, aman, sejahtera, dan religius.
Sementara, Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, S.Pd., mengajak seluruh hadirin untuk kembali menengok ke belakang untuk mengingat Sultra yang berdiri tegak hari ini adalah buah dari perjuangan gigih para tokoh lintas daerah sejak tahun 1950-an.
Perjalanan dari satuan komunal kerajaan hingga resmi memisahkan diri dari Sulawesi Selatan-Tenggara pada 13 Februari 1964, disebutnya sebagai “mahakarya” yang harus dijaga.
“Apresiasi tinggi dialamatkan kepada para pemimpin pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan di Bumi Anoa,” tutupnya. (*)

