KONAWEUTARA,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara (Konut) menyelenggarakan gerakan pangan murah (GPM).
Gerakan pasar murah ini juga digelar secara serentak di 17 kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga pangan serta menekan angka inflasi.
Bertempat di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (19/3/2025) secara virtual, dihadiri langsung Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Ibu serta Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua dan Ibu serta pejabat lingkup Sultra.
Khusus di Kabupaten Konawe Utara, gerakan pangan murah di pusatkan di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Konawe Utara sebagai penyedia pangan murah yang bekerjasama dengan Bulog.
Penyelenggaraan tersebut dihadiri langsung Bupati Konawe Utara, H. Ikbar SH., MH, Wakil Bupati Konawe Utara H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Safruddin, S.Pd., M.Si yang diwakili, para Asisten, Staf Ahli, Setda, OPD, Kapolres Konut AKBP Rico Fernanda, Dandim 1430/Konut Letkol Arh Pramono. S.Sos., M.Han.
Kegiatan pasar murah dipadati masyarakat yang antusias untuk membeli kebutuhan pangan yang telah disediakan.
Bupati Konawe Utara H. Ikbar mengatakan, gerakan pangan murah dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Serta mengendalikan inflasi maupun lonjakan harga yang tinggi selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H 2025 Masehi.
Untuk memulai dan lancarnya gerakan pangan murah, pemerintah daerah, melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Konut bekerja sama dengan Bulog.
Bahan pokok yang disiapkan kurang lebih sekitar 1,6 ton beras, minyak 500 kg, dan gula 500 kg yang disiapkan untuk masyarakat.
“Hari ini dari Ketahanan Pangan yang sudah kita siapkan kurang lebih 90 kupon. Sehingga proses pelaksanaan hari ini itu dulu yang diprioritaskan, ” ujar Ikbar.
“Adapun sisa dari masyarakat itu kalau masih ada stok yang sudah kita sediakan apa semua itu juga akan kita jual kepada masyarakat,” tambahnya.
Ikbar berharap dengan gerakan pangan murah, proses pelaksanaan puasa dan Idulfitri bisa terlaksana dengan baik.
Sehingga tidak ada lagi masalah ketahanan pangan yang menjadi menjadi persoalan masyarakat
“Kami sebagai pemerintah daerah betul-betul menyiapkan apa yang menjadi kekurangan. Insya Allah mengenai ketahanan pangan ini kita akan terus genjot dan Insya Allah kita akan anggarkan untuk ketahanan pangan kita,” beber Ikbar.
Adapun pelaksanaan pangan murah di Konawe Utara, Bupati tegaskan, bahwa pelaksanaannya hanya berlangsung satu hari saja.
“Pelaksanaannya hanya sampai hari ini. Nanti setelah pangan murah ini kita akan temukan kembali seperti apa. Karena kemarin kita baru melakukan rapat efisiensi anggaran, ” ujarnya.
“Rapat efisiensi anggaran ini nanti kita akan tetapkan dan laporkan ke DPRD dan ditetapkan baru proses pelaksanaan ini bisa berjalan kembali,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Asripin, S.Pd mengungkapkan, setelah pelaksanaan pangan murah hari ini, pihaknya akan kembali melaksanakan pasa murah yang sama dengan menggunakan dana APBD
“Setelah pangan murah ini selesai, Insya Allah minggu depan akan kami laksanakan lagi pasar murah. Kami sudah komunikasi dengan pak Bupati dan akan melaksanakan di beberapa titik dengan mengunakan dana APBD,” ujarnya.
Asripin bilang, untuk pasar murah lanjutan, pihaknya akan menjual sembilan bahan pokok dengan 12 komudit. Diantaranya beras, Minyak, Gula, bawang, cabai dan masih ada lagi.
“Tentu tujuannya sama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang lebih terjangkau dan bisa menambah daya beli masyarakat untuk mengantisipasi inflasi,” pungkasnya. (*)
Tidak ada komentar